Ada sebuah pepatah yang mengatakan “jadilah seperti apa yang kamu inginkan” itu artinya jika kamu membayangkan sesuatu yang ideal menurut padanganmu kamu juga harus berusaha menjadikan dirimu menjadi ideal. Jangan hanya menuntut tetapi cobalah praktekkan itu kepada diri kamu sendiri agar apa yang kamu cita-citakan bisa terwujud dengan cepat dan realistis.
Persoalan yang umum saat ini yang sering kita rasakan adalah tantangan dan hambatan dalam meraih segala sesuatu yang kita inginkan. Dengan berbagai benturan yang kita rasakan menjadikan diri kita Lelah, stress, kecewa, hingga berwujud pada keputusasaan. Ketika kita kecewa dengan Tindakan seseorang sebaiknya jangan langsung menyalahkan orang tersebut, tetapi cobalah kita yang intropeksi diri kesalahan apa yang sudah kita perbuat sehingga bisa menyebabkan hal tersebut terjadi.
Perasaaan kecewa yang kita rasakan sebenarnya Tuhan ingin menyadarkan kita bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan yang terbatas. Jadi sudah seharusnya kita menggantungkan harapan kepada Tuhan yang Maha Esa bukan ke mahluknya. Sungguh tidak cocok rasanya jika sesama mahluk menggantungkan dirinya kepada mahluk yang lain.
Dibalik musibah yang kita hadapi saat ini tanpa kita sadari Tuhan menginginkan kita untuk mendekatkan diri kepadaNya. Mungkin selama ini kita sudah terlalu jauh, jarang menyebut asmaNya dan juga beribadah hanya sekedarnya saja. Sebaik-baik tempat Kembali hanyalah kepadaNya. Tuhan Yang Maha Esa yang tidak pernah menolak kedatangan manusia saat menengadah kapadaNya, meskipun sudah ribuan dosa yang kita lakukan Tuhan tidak pernah menolak hambaNya yang ingin bertobat.
Setiap agama memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda, meskipun berbeda tetap memiliki tujuan yang sama yaitu mengharapkan keridhoan Tuhan Yang Maha Esa. Di dalam Islam terdapat self-healing yang paling mudah untuk menenangkan pikiran yaitu dengan menyebut Asma Allah, sholat, dzikir, serta mempelajari ilmu agama dan bersholawat. Jika ini dilakukan umat islam maka mereka akan merasakan ketenangan hidup yang hakiki.
Baca Juga : 7 Cara Untuk Upgrade Diri Tahun 2021
2. Menyingkronkan antara perasaaan dan logika

Self-healing yang kedua adalah menyingkronkan perasaan dan logika. Setiap luka batin yang kita rasakan tentunya memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengobatinya sehingga perlu menggunakan 1001 macam Teknik dan untuk menyikapinya. Mereka yang merasa terluka mengenai cinta akan berbeda cara perlakukannya dengan mereka yang terluka karena orangtua meskipun keduanya memiliki makna cinta tetapi memiliki konteks yang berbeda.
Logika dan perasaan sering kali bertolak belakang saat kita menghadapi suatu persoalaan terutama dalam memecahkan permasalahan yang ada. Tidak bisa dipungkiri dalam mencari solusi kita selalu memiliki banyak pertimbangan Ketika ingin bertindak. Dimana logika terlalu logis menanggapi persoalan sedangkan Nurani selalu menolak untuk bersikap sesuai yang di inginkan oleh logika.
Misalnya kamu ingin sekali bertindak tidak baik kepada orang terdekatmu yang membuat kamu kecewa tetapi nuranimu menolak untuk melakukan hal tersebut. Karena bisa saja kamu bukan orang yang biasa melakukan hal tersebut kepada orang terdekatmu meskipun kamu sudah di kecewakan. Memendam emosi dan berpura-pura baik itu sungguh melelahkan tetapi bertindak ceroboh lebih memperkeruh keadaan.
